Selasa, 22 Februari 2022

Menantu Kaya Raya Chapter 40 Bahasa Indonesia

 



Charles benar-benar memandang rendah Felix, sehingga dia tidak memperhatikannya dari awal

hingga akhir, bahkan tidak melihatnya sekali pun. Dia hanya mengobrol senang dengan Lala, selain

itu obrolan mereka sangat antusias.


Lala juga mengobrol senang dengannya dan keduanya tampak sangat harmonis.


Tapi yang lebih harmonis adalah ucapan Charles, “Bisakah kita mencari tempat untuk mengobrol?

Lingkungan di sini sangat ribut."


 


Lala pun setuju tanpa berpikir, “Bail


Kemudian dia berkata pada Felix, "Kami cari tempat lain untuk mengobrol dulu. Kamu bisa makan,

lalu pulang!"


Kata-kata ini memberi Felix perasaan bahwa dia sedang memberitahunya: Keberadaanmu itu

berlebihan.


Tentu saja, ini juga hasil yang diinginkan Lala karena dia ingat bagaimana Felix membuatnya marah

tadi. Sekarang gantian dia yang mendapatkan kesempatan. Dia akan meminjam Charles untuk

membuat Felix merasa semakin tidak senang!


Hanya saja... kenyataan berbeda dengan apa yang dia pikirkan.


Karena, Felix tidak peduli dengan hal ini, “Tidak apa-apa, kalian main saja, aku akan pulang setelah

kenyang."


Ucapan Felix membuat Lala merasa tak berdaya. Dia tidak menyangka kalau Felix akan bersikap

tidak peduli.


Pada saat yang bersamaan, tatapan Charles pun menunjukkan rasa cemooh.


Memang di setiap bidang pasti ada orang berbakatnya. Bahkan menjadi orang tak berguna saja

bisa sampai tingkat hebat!


“Lala, ayo pergi!"

Charles langsung memanggil Lala pergi karena dirinya pun malas menyindir pria tak berguna itu.

Tepat ketika mereka berdua pergi, tiba-tiba seorang gadis yang membawa gitar keluar.


Gadis ini berusia dua puluh dua tahunan, mengikat rambutnya, terlihat sangat cerdik. Sedangkan

penampilannya yang cantik menarik perhatian banyak orang, bahkan Lala yang melihat pun

merasakan rasa waspada.


  


Hanya saja gadis itu mengabaikannya, bahkan melewati sisinya, kemudian datang ke sisi Felix.


Detik berikutnya, dia duduk di samping Felix sambil menggandeng lengan Felix, "Sayang, kamu

juga di sini, kebetulan sekali."


Felix sedikit tercengang ketika melihat Carla duduk di sampingnya karena dia tidak menyangka

akan bertemu Carla di sini.


Ketika dia terkejut dengan kemunculan Carla, sementara Lala merasa marah ketika melihat adegan

ini. Lala tidak tahu kenapa dia bisa tiba-tiba marah, tapi saat ini dia benar-benar ingin berlari ke

sana dan mencekik Carla itu sampai mati.


Dia juga tidak tahu kenapa bisa marah, rasa itu seperti barang kesayangannya direbut orang. Tapi,

kenyataannya dia mengira kalau dirinya tidak menyukai Felix, juga sudah bercerai dengan Felix, jadi

kenapa dia bisa marah?


Ketika Lala sedang menahan emosinya, Charles pun menatapnya dengan bodoh dan merasa

otaknya tidak cukup untuk dipakai.


Apa-apaan ini? Dirinya sangat baik selama ini, tapi dia tidak bisa menggunakan hal ini untuk

mendapatkan rasa suka Lala, malah membiarkan Felix si pria tak berguna mendapatkan wanita

cantik bahkan menikah dengan Lala. Sekarang dia berubah semakin baik, sementara Lala juga

sudah bercerai, dia kira kehidupan baiknya sudah mau datang. Tapi, tadi dia melihat wanita yang

lebih cantik dan muda.


Charles sudah memikirkan bagaimana cara menyapa wanita ini dan meminta kontaknya. Tapi, tak

disangka dia langsung mencari Felix dan mengatakan kata “Sayang”!


Saat ini, Charles ingin bertanya Lala dan gadis itu: Apa kalian semua pemungut sampah? Kenapa

suka pria tak berguna?


Tadi, Lala sudah berkata pada Felix kalau dia akan pergi dengan Charles dulu. Tapi, kenyataannya

hal ini tidak terjadi karena Felix dan Lala pergi duluan, bahkan pergi lebih tepat waktu daripada

kami. Selain itu, mereka saling bergandeng dengan terang-terangan sehingga terlihat saling

mencintai.


Setelah Felix pergi, Charles pun menggeleng dengan tak berdaya, kemudian berkata pada Lala,

“Ayo, kita ke..."


“Tidak usah lagi." Lala menyatakan kalau dia masih ada masalah, kemudian pergi sebelum Charles

bertanya ingin ke mana.


Charles sangat marah. Apa-apaan ini? Apa hari ini kedatangannya untuk menjadi peran pembantu

di pria tak berguna itu?


Dia sangat berbakat, juga menghasilkan uang puluhan miliar per tahun, tapi dia dikalahkan oleh

pria tak berguna. Sementara pria tak berguna itu ditemani oleh berbagai wanita cantik, lalu dirinya

ditolak Lala untuk pergi bersama minum kopi, bahkan tidak sempat mengundangnya.


“Sialan! Aku tak percaya, aku nggak bisa membandingkan pria tak berguna itu!"

Ketika Charles menggertakkan gigi, Felix dan Carla sudah berjalan ke jalanan.


Tentu saja, sekarang mereka tidak lagi bersikap saling mencintai, malah berjalan berdampingan di

jalan raya.


“Tadi, aku melihat mereka bekerja sama untuk melawanmu sehingga membuatku sangat marah.

Lalu, aku pun maju ke depan untuk memelukmu, kamu jangan keberatan ya!"


Felix tidak akan keberatan, karena dia akan menerima niat baik Carla.


Kemudian Carla mengucapkan terima kasih padanya, "Jika malam itu tidak ada bantuanmu, aku

benar-benar tidak tahu bagaimana mengatasinya. Mungkin sejak malam itu hidupku akan tersesat

dan selamanya tidak bisa kembali lagi, kan?"


Carla berpikir banyak tentang hal ini.


Batas orang seperti permukaan es, begitu permukaan e situ pecah, maka akan jatuh ke dalam air

dan tenggelam. Batas seseorang juga sama, jika pecah, maka akan menyerah sampai ke titik tidak

tertolong.


Dia merasa takut setelah memikirkan hal ini, jadi dia semakin terima kasih pada bantuan Felix

malam itu.


Dia turun tangan untuk melindungi batasnya. Oleh karena itu, rasa terima kasihnya pada Felix

sangat tulus.


Felix juga dapat merasakan ketulusan itu, tapi dia merasa ini tidak termasuk apa-apa. Setelah

tertawa, dia pun mengalihkan topik untuk menanyakan kondisi penyakit ibu Carla.


“Aih!" Carla pun merasa sedih ketika mengungkit kondisi ibunya, lalu desahannya dipenuhi dengan

ketidakberdayaan.


Kemudian, dia memberitahu Felix bahwa kondisi ibunya memburuk, tapi rumah sakit mengatakan

lebih baik rawat di rumah saja. Maksud kata ini adalah tidak artinya berobat di rumah sakit lagi,

lebih baik pulang dan menemani keluarga."


Bukan tidak ada jalan keluar lain, tapi Carla nggak sanggup menyelesaikannya.


 


“Ada laboratorium khusus di luar negeri yang dapat mengobati penyakit ini, tetapi laboratorium itu

bukan organisasi nirlaba dan tidak akan menerima uang, kecuali jika memiliki hubungan yang baik,

baru bisa masuk untuk melakukan pengobatan. Sedangkan ibuku..."


Carla menggeleng dengan sedih, tidak mengatakan apa-apa. Tapi maksudnya sangat jelas bahwa

ibunya tidak bisa masuk ke laboratorium ini.


Felixjuga pernah mendengar laboratorium sejenis ini, ini semua didukung oleh perusahaan kaya.

Laboratorium begini mengumpulkan semua ahli di dunia, bahkan ada uang yang tak terbatas

sehingga laboratorium ini hanya akan mengatasi penyakit parah.


Jika tidak bisa mengatasinya, maka semuanya akan sia-sia. Jika berhasil, maka balasannya tiada

habisnya. Bagi orang miskin, hal yang tidak berharga adalah nyawa, sedangkan orang kaya merasa

yang paling berharga adalah nyawa.


Contoh yang paling nyata adalah Felix mengenal seorang senior. Dia pernah menghabiskan 1.440

triliun untuk menyembuhkan penyakit yang tampaknya mematikan bagi dunia luar. Manfaat ini

sangat besar sampai sulit dibayangkan. Sementara jenis laboratorium yang dibilang Carla

terdengar juga seperti begitu.


Namun, sejauh yang diketahui Felix, laboratorium yang dapat menangani penyakit ibu Carla

sepertinya diinvestasikan oleh keluarganya.

Previous Post
Next Post

0 comments: