Charles benar-benar memandang rendah Felix, sehingga dia tidak memperhatikannya dari awal
hingga akhir, bahkan tidak melihatnya sekali pun. Dia hanya mengobrol senang dengan Lala, selain
itu obrolan mereka sangat antusias.
Lala juga mengobrol senang dengannya dan keduanya tampak sangat harmonis.
Tapi yang lebih harmonis adalah ucapan Charles, “Bisakah kita mencari tempat untuk mengobrol?
Lingkungan di sini sangat ribut."
Lala pun setuju tanpa berpikir, “Bail
Kemudian dia berkata pada Felix, "Kami cari tempat lain untuk mengobrol dulu. Kamu bisa makan,
lalu pulang!"
Kata-kata ini memberi Felix perasaan bahwa dia sedang memberitahunya: Keberadaanmu itu
berlebihan.
Tentu saja, ini juga hasil yang diinginkan Lala karena dia ingat bagaimana Felix membuatnya marah
tadi. Sekarang gantian dia yang mendapatkan kesempatan. Dia akan meminjam Charles untuk
membuat Felix merasa semakin tidak senang!
Hanya saja... kenyataan berbeda dengan apa yang dia pikirkan.
Karena, Felix tidak peduli dengan hal ini, “Tidak apa-apa, kalian main saja, aku akan pulang setelah
kenyang."
Ucapan Felix membuat Lala merasa tak berdaya. Dia tidak menyangka kalau Felix akan bersikap
tidak peduli.
Pada saat yang bersamaan, tatapan Charles pun menunjukkan rasa cemooh.
Memang di setiap bidang pasti ada orang berbakatnya. Bahkan menjadi orang tak berguna saja
bisa sampai tingkat hebat!
“Lala, ayo pergi!"
Charles langsung memanggil Lala pergi karena dirinya pun malas menyindir pria tak berguna itu.
Tepat ketika mereka berdua pergi, tiba-tiba seorang gadis yang membawa gitar keluar.
Gadis ini berusia dua puluh dua tahunan, mengikat rambutnya, terlihat sangat cerdik. Sedangkan
penampilannya yang cantik menarik perhatian banyak orang, bahkan Lala yang melihat pun
merasakan rasa waspada.
Hanya saja gadis itu mengabaikannya, bahkan melewati sisinya, kemudian datang ke sisi Felix.
Detik berikutnya, dia duduk di samping Felix sambil menggandeng lengan Felix, "Sayang, kamu
juga di sini, kebetulan sekali."
Felix sedikit tercengang ketika melihat Carla duduk di sampingnya karena dia tidak menyangka
akan bertemu Carla di sini.
Ketika dia terkejut dengan kemunculan Carla, sementara Lala merasa marah ketika melihat adegan
ini. Lala tidak tahu kenapa dia bisa tiba-tiba marah, tapi saat ini dia benar-benar ingin berlari ke
sana dan mencekik Carla itu sampai mati.
Dia juga tidak tahu kenapa bisa marah, rasa itu seperti barang kesayangannya direbut orang. Tapi,
kenyataannya dia mengira kalau dirinya tidak menyukai Felix, juga sudah bercerai dengan Felix, jadi
kenapa dia bisa marah?
Ketika Lala sedang menahan emosinya, Charles pun menatapnya dengan bodoh dan merasa
otaknya tidak cukup untuk dipakai.
Apa-apaan ini? Dirinya sangat baik selama ini, tapi dia tidak bisa menggunakan hal ini untuk
mendapatkan rasa suka Lala, malah membiarkan Felix si pria tak berguna mendapatkan wanita
cantik bahkan menikah dengan Lala. Sekarang dia berubah semakin baik, sementara Lala juga
sudah bercerai, dia kira kehidupan baiknya sudah mau datang. Tapi, tadi dia melihat wanita yang
lebih cantik dan muda.
Charles sudah memikirkan bagaimana cara menyapa wanita ini dan meminta kontaknya. Tapi, tak
disangka dia langsung mencari Felix dan mengatakan kata “Sayang”!
Saat ini, Charles ingin bertanya Lala dan gadis itu: Apa kalian semua pemungut sampah? Kenapa
suka pria tak berguna?
Tadi, Lala sudah berkata pada Felix kalau dia akan pergi dengan Charles dulu. Tapi, kenyataannya
hal ini tidak terjadi karena Felix dan Lala pergi duluan, bahkan pergi lebih tepat waktu daripada
kami. Selain itu, mereka saling bergandeng dengan terang-terangan sehingga terlihat saling
mencintai.
Setelah Felix pergi, Charles pun menggeleng dengan tak berdaya, kemudian berkata pada Lala,
“Ayo, kita ke..."
“Tidak usah lagi." Lala menyatakan kalau dia masih ada masalah, kemudian pergi sebelum Charles
bertanya ingin ke mana.
Charles sangat marah. Apa-apaan ini? Apa hari ini kedatangannya untuk menjadi peran pembantu
di pria tak berguna itu?
Dia sangat berbakat, juga menghasilkan uang puluhan miliar per tahun, tapi dia dikalahkan oleh
pria tak berguna. Sementara pria tak berguna itu ditemani oleh berbagai wanita cantik, lalu dirinya
ditolak Lala untuk pergi bersama minum kopi, bahkan tidak sempat mengundangnya.
“Sialan! Aku tak percaya, aku nggak bisa membandingkan pria tak berguna itu!"
Ketika Charles menggertakkan gigi, Felix dan Carla sudah berjalan ke jalanan.
Tentu saja, sekarang mereka tidak lagi bersikap saling mencintai, malah berjalan berdampingan di
jalan raya.
“Tadi, aku melihat mereka bekerja sama untuk melawanmu sehingga membuatku sangat marah.
Lalu, aku pun maju ke depan untuk memelukmu, kamu jangan keberatan ya!"
Felix tidak akan keberatan, karena dia akan menerima niat baik Carla.
Kemudian Carla mengucapkan terima kasih padanya, "Jika malam itu tidak ada bantuanmu, aku
benar-benar tidak tahu bagaimana mengatasinya. Mungkin sejak malam itu hidupku akan tersesat
dan selamanya tidak bisa kembali lagi, kan?"
Carla berpikir banyak tentang hal ini.
Batas orang seperti permukaan es, begitu permukaan e situ pecah, maka akan jatuh ke dalam air
dan tenggelam. Batas seseorang juga sama, jika pecah, maka akan menyerah sampai ke titik tidak
tertolong.
Dia merasa takut setelah memikirkan hal ini, jadi dia semakin terima kasih pada bantuan Felix
malam itu.
Dia turun tangan untuk melindungi batasnya. Oleh karena itu, rasa terima kasihnya pada Felix
sangat tulus.
Felix juga dapat merasakan ketulusan itu, tapi dia merasa ini tidak termasuk apa-apa. Setelah
tertawa, dia pun mengalihkan topik untuk menanyakan kondisi penyakit ibu Carla.
“Aih!" Carla pun merasa sedih ketika mengungkit kondisi ibunya, lalu desahannya dipenuhi dengan
ketidakberdayaan.
Kemudian, dia memberitahu Felix bahwa kondisi ibunya memburuk, tapi rumah sakit mengatakan
lebih baik rawat di rumah saja. Maksud kata ini adalah tidak artinya berobat di rumah sakit lagi,
lebih baik pulang dan menemani keluarga."
Bukan tidak ada jalan keluar lain, tapi Carla nggak sanggup menyelesaikannya.
“Ada laboratorium khusus di luar negeri yang dapat mengobati penyakit ini, tetapi laboratorium itu
bukan organisasi nirlaba dan tidak akan menerima uang, kecuali jika memiliki hubungan yang baik,
baru bisa masuk untuk melakukan pengobatan. Sedangkan ibuku..."
Carla menggeleng dengan sedih, tidak mengatakan apa-apa. Tapi maksudnya sangat jelas bahwa
ibunya tidak bisa masuk ke laboratorium ini.
Felixjuga pernah mendengar laboratorium sejenis ini, ini semua didukung oleh perusahaan kaya.
Laboratorium begini mengumpulkan semua ahli di dunia, bahkan ada uang yang tak terbatas
sehingga laboratorium ini hanya akan mengatasi penyakit parah.
Jika tidak bisa mengatasinya, maka semuanya akan sia-sia. Jika berhasil, maka balasannya tiada
habisnya. Bagi orang miskin, hal yang tidak berharga adalah nyawa, sedangkan orang kaya merasa
yang paling berharga adalah nyawa.
Contoh yang paling nyata adalah Felix mengenal seorang senior. Dia pernah menghabiskan 1.440
triliun untuk menyembuhkan penyakit yang tampaknya mematikan bagi dunia luar. Manfaat ini
sangat besar sampai sulit dibayangkan. Sementara jenis laboratorium yang dibilang Carla
terdengar juga seperti begitu.
Namun, sejauh yang diketahui Felix, laboratorium yang dapat menangani penyakit ibu Carla
sepertinya diinvestasikan oleh keluarganya.
0 comments: